hai semuanya, hari ini ku tuliskan rasa lukaku yang kurasakan saat ini. Dan izinkan aku untuk mengutarakan semuanya.
Dia adalah kekasihku yang amat kucinta dan kusayangi. Tapi ternyata aku salah, kasih sayang dan cintaku yang kuberikan padanya tidaklah sampai pada dirinya. Waktu itu ada permasalahan yang kami alami, meskipun hanya sebentar hubungan kami waktu itu (iya bisa dibilang hampir 4 bulan tak samapai). Dia selalu ada di sisiku selama 1 bulan 30 hari, 7 hari seminggu, dan 1 hari 24 jam. Tidak pernah aku jauh darinya, terkecuali diriku ini harus pergi kuliah.
Waktu itu mungkin aku sedikit tahu perasaan kasih sayangnya yang tulus ia berikan padaku, selalu menemaniku dikala diriku sakit dan sangat membutuhkan dirinya.
Ternyata kondisi ku saat bersamanya itu aku sudah dengan orang lain alias aku sudah memiliki kekasih sebelum dengan kekasihku itu. Memang ini semua salahku, tidak seharusnya aku bersamanya dan bahkan juga aku tidak seharusnya kenal dengannya. Semuanya sudah terjadi, maka aku harus menjalani semuanya itu.
Hubungan kami putus pada tanggak 6 April 2013, dan kami kembali lagi pada 4 Agustus 2013. Sama seperti awal kami berhubungan, ketika teman-temannya tahu aku masih berhubungan dengan mantanku (maksud berhubungan dsini bukan menjalin suatu hubungan selayaknya pacaran, tetapi maksudku disini ia kadang ada sms aku atau kadang juga menelepon sekedar menanyakan kabar).
Tadi malam, tepatnya tanggal 14 Agustus 2013 aku bertemu dengan kekasihku itu di kosnya. Entah mengapa teman kosnya tiba-tiba membanting pintu dengan sangat kencangnya, spontan aku kaget karena suara keras tadi dan tentunya pemikiranku ada dua tujuan kalau tidak mereka berkelahi dengan pasangannya atau mereka secara langsung mengatakan tidak suka jika aku menginjakkan kakiku di sana.
Sepulangnya, kekasihku itu kirim pesan (sms) ia mengatakan bahwa teman-temannya berbicara pada kekasihku itu seputar hubungan kami. Dapat dikatakan mereka semua (teman-teman kosya) tidak suka jika kami kembali lagi.
Ketika kita kembali bersama dia mengatakan, "aku tidak perduli mereka mau ngomong apa dan mereka mau tidak setuju dengan hubungan kita, karena aku tidak dapat membohongi perasaanku". Tapi apa?? Malam ini berbeda dari yang aku dengar waktu itu, dirimu malah bilang "aku ya harus adil, masalahnya mereka tahu kelakuanmu yang dulu kayak apa, mereka bakalan memantau kamu terus entah dari mana aja demi aku biar kamu ga kayak dulu lagi". Bagi ku, ucapan mereka itu tidak menjadi masalah dan itu sangat benar sekali.
Awalnya aku meminta maaf padanya karena aku dan dia kembali bersama, sehingga ia harus di ceramahi oleh teman-temannya. Tetapi kali ini yang sangat menyakitkan bagiku, jawabnya " gak masalah aku diceramahin, karena mereka sayangya lebih dari kamu sayang ke aku. sayangmu masih kebanyak cowok, jadi ya mereka ga mau kamu nyakitin aku. kalo kamu buat kesalahn lagi, mereka ga segan-segan ngajak berantem kamu dan bunuh kamu, mereka bilang kayak gitu."
kenapa kamu kayak gini sayang? kenapa kamu malah bilang sayangnya mereka lebih besar ketimbang aku? kenapa kamu bukan mencintai aku dengan kasih lagi? dirimu membuatku takut akan cintamu saat ini, bukan cinta dan kasih sayang yang aku dapat, melainkan tekananan. Aku tidak masalah kasih dirimu perlakukan diriku seperti itu, tetapi aku takut cinta dan kasih sayangku padamu berubah menjadi ketakutan dan rasa tekanan yang mendalam.
Tapi aku selalu mencintai mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar